Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 05 Oktober 2015

laporan praktikum kimia penurunan titik beku



Laporan Praktikum Kimia Penentuan Titik Beku



Disusun oleh :
Cucu Nurhayati
Erida nur Assyfa
Iis Hanifah
Indri Antika
Isni Diani
Siti Sarah Aulia
Kelas XII IPA 2

Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut


Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam Rahmat dan karunianya kepada kita semua sehingga dapat membuat laporan ini yang berjudul “penentuan titik beku larutan“penyusun laporan ini tepat pada waktunya.
Laporan ini di sampaikan untuk memenuhi persyaratan dan sekaligus sebagai bentuk pertanggung jawab terhadap pelaksanaan prektikum yang resmi kami laksanakan.


















Daftar isi
Kata pengantar ……………………………………………………………………………….. i
Daftar isi ……………………………………………………………………………………..... ii
BAB I : PENDAHULUAN                                      
1.1          Tujuan. ……….…………………………………………………………………….. 1
1.2          Latar Belakang……………………………………………………………………..1

BAB II : KAJIAN TEORI
2.1         Dasar Teori ……….…………………………………………………………………….2

BAB III : PENGOLAHAN DATA
3.1          Alat dan Bahan…………………………………………………………………………4
3.2          Cara Kerja ……………………………………………………………………………...4
3.3          Hasil Percobaan………………………………………………………………………..5
3.4          Analisis dan Pembahasan…………………………………………………………….5
BAB IV  : PENUTUP
4.1   Kesimpulan………………………………………………………………………………..6
4.2   Saran………………………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN
A. Tujuan
siswa dapat menentukan penurunan titik beku larutan Aquades  dan larutan Glukosa.
B. Latar Belakang
Titik beku adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya. Titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murni. Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus membeku terlebih dahulu, baru zat terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih lama daripada pelarut. Setiap larutan memiliki titik beku yang berbeda.
Titik beku suatu cairan akan berubah jika tekanan uap berubah, biasanya diakibatkan oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain, jika cairan tersebut tidak murni, maka titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang).
Seperti yang kita tahu bahwa titik beku pelarut murni berada pada suhu  0oC, tapi dengan adanya zat terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0oC lagi, melainkan akan turun menjadi dibawah 0oC, dan inilah yang dimaksud sebagai “penurunan titik beku”.
Dalam percobaan ini akan diteliti tentang perubahan titik beku pelarut murni yang telah ditambahkan zat terlarut lain kedalamnya dan mencoba pembuktian bahwa titik beku larutanya akan lebih rendah dibandingkan pelarut murninya.










BAB II
KAJIAN TEORI

Titik beku adalah suhu pada pelarut tertentu di mana terjadi perubahan wujud zat cair ke padat. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0 °C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (Δ Tf = freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan. Oleh karena itu, penurunan titik beku tergolong sifat koligatif. (id.answer.yahoo.com)
Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut. Titik beku pelarut murni seperti yang kita tahu adalah 00C. dengan adanya zat terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 00C melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 00C itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang). (2010.Penurunan titik beku. http://lovekimiabanget.blogspot.com)
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.(http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/sifat-koligatif-larutan/)
Adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam larutan dapat mengurangi kemampuan zat pelarut untuk menguap, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. Adanya partikel zat terlarut tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan. Menurut hokum Roult, besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan tidak mengalami disosiasi (larutan non elektrolit), sebanding dengan banyaknya partikel zat terlarut. Besarnya kenaikan titik didih larutan 1 molal disebut kenaikan titik didih molal, Kb. Sedangkan besarnya penurunan titik beku larutan 1 molal disebut penurunan titik beku molal, Kf. Untuk larutan encer berlaku:
ΔTb = m x Kb
ΔTf = m x Kf
Dengan : ΔTb = Kenaikan titik didih larutan
ΔTf = Penurunan titik beku larutan
Kb = kanaikan titik didih molal
Kf = penurunan titik beku molal
M = Molalitas larutan
Besarnya molalitas larutan yang sejenis sebanding dengan massa zat terlarut dan berbanding dengan massa molekul zat terlarut. Jika massa zat terlarut dan massa zat pelarut diketahui, maka massa molekul zat terlarut dapat ditentukan berdasarkan sifat koligatif suatu larutan.
Untuk larutan yang  mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan dapat mengalami disosiasi (larutan elektrolit), besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan, dipengaruhi oleh derajad disosiasi larutan. (Modul Praktikum Kimia Dasar I)








BAB III
PENGOLAHAN DATA
A.   Alat dan bahan
Alat yang digunakan :
1.    Termometer
2.    Gelas kimia 1000 ml
3.    Gelas kimia 50 ml
4.    Penagaduk kaca
5.    Stopwatch
6.    Tabung reaksi 2 buah
7.    Penjepit tabung

Bahan yang digunakan :
1.    Aquades
2.    Gula ( C6H12O6 )
3.    Garam ( NaCl )
4.    Kapur ( Ca(OH)2
5.    Urea ( Ca(NH2)2)
B. CARA KERJA
1.    Buatlah larutan garam, gula, kapur urea masing-massing 1 molal sesuai pilihan, untuk sampel kami membuat 2 larutan yaitu larutan aquades dan larutan gula.
2.    Masukan larutan sampel yang akan diuji ke dalam tabung kimia.
3.    Buatlah larutan pendingin dengan menumbuk es batu sampai halus yang dicampurkan dengan serbuk garam dalam gelass kimia 1000 ml, garam tersebut ditaburkan di pinggir gela kimia.
4.    Aduk larutan pendingin terus untuk menjaga agar tidak mencair.
5.    Masukan tabung reaksi yang berisi larutan sampelpada gelas pendingin.
6.    Aduk turun naik larutan sampel pada tabung reaksi menggunakan termometer hingga terrjadi proses pembekuan.
7.    Amati proses pembekuan setiap 30 detik maksimal 5 menit proses pembekuan.
8.    Lakukan langkah 1-7 untuk air muri dan satu sampel yang lain.
9.    Buatlah kesimpulan.




C. HASIL PERCOBAAN
         

D. Analisis dan Pembahasan
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, ketika suatu zat dicampurkan kedalam suatu pelarut, maka otomatis beberapa sifat fisis dari larutan tersebut akan mengalami perubahan baik itu perubahan titik didih, titik beku, tekanan uap maupun tekanan osmotic suatu larutan. Pada percobaan kali ini kita lebih fokus pada penurunan titik beku suatu larutan sesuai dengan judul percobaan kali ini. Pada percobaan didapat hasil yakni pada zat pelarut Aquades 100 ml, didapat hasil penurunan titik beku sebesar 2oCberdasarkan pengamatan. Pada C6H12O6  O,O57 gr didapat  hasil pembekuan  00C . Dari hasil tersebut jika dibandingkan terdapat perbedaan yang signifikan, dari kesemua data memiliki selisih yang cukup jauh, Larutan Glukosa diketahui sebagai suatu larutan non-elektrolit. Dari konsep dasar teori, didapatkan bahwa kemolalan akan mempengaruhi sifat koligatif larutan, yang berimplikasi kemolalan akan mempengaruhi penurunan titik beku, begitu juga pada C6H12O6. Perbedaan ini bisa disebabkan karena kurang teliti dalam menimbang bahan, membersihkan alat kerja, kurang cermat dalam membaca termometer, ataupun pada saat memulai pengukuran suhu sehingga terjadi perbedaan yang sangat signifikan. Disini fungsi penambahan Garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat koligatif larutan. Garam berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak cepat mencair, karena apabila tidak ada penambahan garam pada es batu, suhu es batu akan lebih tinggi dari 0oC pada saat es berubah menjadi liquid. Pada percobaan ini pula kita dapat mengetahui . Adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam larutan dapat mengurangi kemampuan zat pelarut untuk menguap, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. Adanya partikel zat terlarut tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan. Hal ini terbukti pada penambahan zat yang tidak mudah terlarut Glukosa dan menyebabkan adanya penurunan titik beku.






BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan beberapa hal, sebagai berikut:
Pertama adalah bahwa penambahan zat terlarut pada suatu pelarut murni akanmenyebabkan turunnya suhu titik beku dari pelarut murni tersebut ( Larutan akan memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut murni ). Semakin banyak waktu yang diberikan maka semakin rendah titik beku yang dihasilkan. Dari penelitian yang kami telah lakukan, kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Proses terjadinya penurunan titik beku dikarenakan adanya perubahan dari tekanan uap, biasanya diakibatkan oleh masuknya suatu zat terlarut lain maka titik bekunya akan berubah (nilai  titik beku akan berkurang)
Keadaan titik beku pelarut murni setelah dicampur zat terlarut akan menjadi lebih rendah dibawah titik beku pelarut murni yang semula yaitu dibawah 0oC, zat terlarut akan berpengaruh pada penurunan titik beku larutan karena pada suatu pelarut murni, zat terlarut akan menyebabkan turunnya suhu titik beku dari pelarut murni tersebut.
Garam dapur berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0oC, sehingga ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia, akan terbentuk sebuah sistem antara larutan esbatu yang suhunya   0oC dengan larutan uji yang ada didalam tabung reaksi.
B. Saran
Untuk penelitian kedepanya, harus lebih diperhatikan hal-hal berikut:
Bersihkan dulu alat-alat untuk melakukan praktikum, agar saat pengambilan data untuk laporan lebih akurat dan tepat. Teliti dalam mengambil data, menimbang bahan serta membaca thermoneter sangat penting.






Daftar Pustaka

id.answer.yahoo.com
2010.Penurunan titik beku. http://lovekimiabanget.blogspot.com
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/sifat-koligatif-larutan/
(Modul Praktikum Kimia Dasar I)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar