Laporan Praktikum Kimia Penentuan Titik Beku

Disusun oleh :
Cucu Nurhayati
Erida nur Assyfa
Iis Hanifah
Indri Antika
Isni Diani
Siti Sarah Aulia
Kelas XII IPA 2
Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut
Kata
Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan berbagai macam Rahmat dan karunianya kepada kita semua
sehingga dapat membuat laporan ini yang berjudul “penentuan titik beku larutan“penyusun
laporan ini tepat pada waktunya.
Laporan ini di sampaikan untuk memenuhi
persyaratan dan sekaligus sebagai bentuk pertanggung jawab terhadap pelaksanaan
prektikum yang
resmi kami laksanakan.
Daftar isi
Kata pengantar ……………………………………………………………………………….. i
Daftar isi ……………………………………………………………………………………..... ii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1
Tujuan.
……….…………………………………………………………………….. 1
1.2
Latar Belakang……………………………………………………………………..1
BAB II : KAJIAN TEORI
2.1
Dasar Teori ……….…………………………………………………………………….2
BAB III : PENGOLAHAN DATA
3.1
Alat dan Bahan…………………………………………………………………………4
3.2
Cara Kerja ……………………………………………………………………………...4
3.3
Hasil Percobaan………………………………………………………………………..5
3.4
Analisis dan Pembahasan…………………………………………………………….5
BAB IV : PENUTUP
4.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………..6
4.2 Saran………………………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Tujuan
siswa dapat menentukan penurunan titik
beku larutan Aquades dan larutan Glukosa.
B. Latar Belakang
Titik beku adalah suhu dimana tekanan
uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya. Titik beku larutan lebih rendah
daripada titik beku pelarut murni. Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus
membeku terlebih dahulu, baru zat terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih
lama daripada pelarut. Setiap larutan memiliki titik beku yang berbeda.
Titik beku suatu cairan akan berubah
jika tekanan uap berubah, biasanya diakibatkan oleh masuknya suatu zat terlarut
atau dengan kata lain, jika cairan tersebut tidak murni, maka titik bekunya
berubah (nilai titik beku akan berkurang).
Seperti yang kita tahu bahwa titik
beku pelarut murni berada pada suhu 0oC,
tapi dengan adanya zat terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke dalam air
tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0oC
lagi, melainkan akan turun menjadi dibawah 0oC, dan inilah yang
dimaksud sebagai “penurunan titik beku”.
Dalam percobaan ini akan diteliti
tentang perubahan titik beku pelarut murni yang telah ditambahkan zat terlarut
lain kedalamnya dan mencoba pembuktian bahwa titik beku larutanya akan lebih
rendah dibandingkan pelarut murninya.
BAB II
KAJIAN TEORI
Titik beku adalah
suhu pada pelarut tertentu di mana terjadi perubahan wujud zat cair ke padat.
Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0 °C karena pada suhu itu tekanan uap
air sama dengan tekanan uap es. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik
beku larutan disebut penurunan titik beku (Δ Tf = freezing point depression).
Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung pada
jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan. Oleh
karena itu, penurunan titik beku tergolong sifat koligatif.
(id.answer.yahoo.com)
Penurunan titik beku adalah selisih
antara titik beku pelarut dan titik beku larutan dimana titik beku larutan
lebih rendah dari titik beku pelarut. Titik beku pelarut murni seperti yang kita
tahu adalah 00C. dengan adanya zat terlarut misalnya saja gula yang
ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 00C
melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 00C itulah penyebab
terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat terlarut atau
dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak murni, maka akibatnya titik
bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang). (2010.Penurunan titik beku.
http://lovekimiabanget.blogspot.com)
Sifat koligatif larutan adalah sifat
larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata
hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan
sedikit zat terlarut maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis
Banyaknya partikel dalam larutan
ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah
partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam
larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan
larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit
tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan
dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif
larutan
elektrolit.(http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/sifat-koligatif-larutan/)
Adanya partikel zat terlarut yang
tidak mudah menguap dalam larutan dapat mengurangi kemampuan zat pelarut untuk
menguap, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut
murni. Adanya partikel zat terlarut tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan
titik didih dan penurunan titik beku larutan. Menurut hokum Roult, besarnya
penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku
larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan tidak mengalami
disosiasi (larutan non elektrolit), sebanding dengan banyaknya partikel zat terlarut.
Besarnya kenaikan titik didih larutan 1 molal disebut kenaikan titik didih
molal, Kb. Sedangkan besarnya penurunan titik beku larutan 1 molal disebut
penurunan titik beku molal, Kf. Untuk larutan encer berlaku:
ΔTb = m x Kb
ΔTf = m x Kf
Dengan : ΔTb = Kenaikan titik didih
larutan
ΔTf = Penurunan titik beku larutan
Kb = kanaikan titik didih molal
Kf = penurunan titik beku molal
M = Molalitas larutan
Besarnya molalitas larutan yang
sejenis sebanding dengan massa zat terlarut dan berbanding dengan massa molekul
zat terlarut. Jika massa zat terlarut dan massa zat pelarut diketahui, maka
massa molekul zat terlarut dapat ditentukan berdasarkan sifat koligatif suatu
larutan.
Untuk larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap
dan dapat mengalami disosiasi (larutan elektrolit), besarnya penurunan tekanan
uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan,
dipengaruhi oleh derajad disosiasi larutan. (Modul Praktikum Kimia Dasar I)
BAB III
PENGOLAHAN DATA
A. Alat dan bahan
Alat yang digunakan :
1.
Termometer
2.
Gelas kimia 1000 ml
3.
Gelas kimia 50 ml
4.
Penagaduk kaca
5.
Stopwatch
6.
Tabung reaksi 2 buah
7.
Penjepit tabung
Bahan yang digunakan :
1.
Aquades
2.
Gula ( C6H12O6 )
3.
Garam ( NaCl )
4.
Kapur ( Ca(OH)2
5.
Urea ( Ca(NH2)2)
B. CARA KERJA
1.
Buatlah larutan garam, gula, kapur urea
masing-massing 1 molal sesuai pilihan, untuk sampel kami membuat 2 larutan
yaitu larutan aquades dan larutan gula.
2.
Masukan larutan sampel yang akan diuji ke
dalam tabung kimia.
3.
Buatlah larutan pendingin dengan menumbuk es
batu sampai halus yang dicampurkan dengan serbuk garam dalam
gelass kimia 1000 ml, garam tersebut ditaburkan di pinggir gela kimia.
4.
Aduk larutan pendingin terus untuk menjaga
agar tidak mencair.
5.
Masukan tabung reaksi yang berisi larutan
sampelpada gelas pendingin.
6.
Aduk turun naik larutan sampel pada tabung
reaksi menggunakan termometer hingga terrjadi proses pembekuan.
7.
Amati proses pembekuan setiap 30 detik
maksimal 5 menit proses pembekuan.
8.
Lakukan langkah 1-7 untuk air muri dan satu
sampel yang lain.
9.
Buatlah kesimpulan.
C. HASIL
PERCOBAAN
D. Analisis
dan Pembahasan
Dari hasil percobaan yang telah
dilakukan, ketika suatu zat dicampurkan kedalam suatu pelarut, maka otomatis
beberapa sifat fisis dari larutan tersebut akan mengalami perubahan baik itu
perubahan titik didih, titik beku, tekanan uap maupun tekanan osmotic suatu
larutan. Pada percobaan kali ini kita lebih fokus pada penurunan titik beku
suatu larutan sesuai dengan judul percobaan kali ini. Pada percobaan didapat
hasil yakni pada zat pelarut Aquades 100 ml, didapat
hasil penurunan titik beku sebesar 2oCberdasarkan pengamatan. Pada C6H12O6 O,O57 gr didapat hasil pembekuan 00C . Dari hasil
tersebut jika dibandingkan terdapat perbedaan yang signifikan, dari kesemua
data memiliki selisih yang cukup jauh, Larutan Glukosa diketahui sebagai suatu
larutan non-elektrolit. Dari konsep dasar teori, didapatkan bahwa kemolalan
akan mempengaruhi sifat koligatif larutan, yang berimplikasi kemolalan akan
mempengaruhi penurunan titik beku, begitu juga pada C6H12O6.
Perbedaan ini bisa disebabkan karena kurang teliti dalam menimbang bahan,
membersihkan alat kerja, kurang cermat dalam membaca termometer, ataupun pada
saat memulai pengukuran suhu sehingga terjadi perbedaan yang sangat signifikan.
Disini fungsi penambahan Garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat
koligatif larutan. Garam berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es
batu sehingga es batu tidak cepat mencair, karena apabila tidak ada penambahan
garam pada es batu, suhu es batu akan lebih tinggi dari 0oC pada
saat es berubah menjadi liquid. Pada percobaan ini pula kita dapat mengetahui .
Adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam larutan dapat
mengurangi kemampuan zat pelarut untuk menguap, sehingga tekanan uap larutan
lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. Adanya partikel zat terlarut
tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan titik didih dan penurunan titik beku
larutan. Hal ini terbukti pada penambahan zat yang tidak mudah terlarut Glukosa
dan menyebabkan adanya penurunan titik beku.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan beberapa
hal, sebagai berikut:
Pertama adalah bahwa penambahan zat
terlarut pada suatu pelarut murni akanmenyebabkan turunnya suhu titik beku dari
pelarut murni tersebut ( Larutan akan memiliki titik beku lebih rendah
dibandingkan titik beku pelarut murni ). Semakin banyak waktu yang diberikan
maka semakin rendah titik beku yang dihasilkan. Dari penelitian yang kami telah
lakukan, kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Proses terjadinya penurunan titik beku
dikarenakan adanya perubahan dari tekanan uap, biasanya diakibatkan oleh
masuknya suatu zat terlarut lain maka titik bekunya akan berubah (nilai titik beku akan berkurang)
Keadaan titik beku pelarut murni
setelah dicampur zat terlarut akan menjadi lebih rendah dibawah titik beku
pelarut murni yang semula yaitu dibawah 0oC, zat terlarut akan
berpengaruh pada penurunan titik beku larutan karena pada suatu pelarut murni,
zat terlarut akan menyebabkan turunnya suhu titik beku dari pelarut murni
tersebut.
Garam dapur berfungsi sebagai zat yang
menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0oC,
sehingga ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia, akan
terbentuk sebuah sistem antara larutan esbatu yang suhunya 0oC dengan larutan uji yang ada
didalam tabung reaksi.
B. Saran
Untuk penelitian kedepanya, harus
lebih diperhatikan hal-hal berikut:
Bersihkan dulu alat-alat untuk
melakukan praktikum, agar saat pengambilan data untuk laporan lebih akurat dan
tepat. Teliti dalam mengambil data, menimbang bahan serta membaca thermoneter
sangat penting.
Daftar
Pustaka
id.answer.yahoo.com
2010.Penurunan titik beku.
http://lovekimiabanget.blogspot.com
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/sifat-koligatif-larutan/
(Modul Praktikum Kimia Dasar I)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar